Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan

Hati Berbicara Lain Part 4



Sekali lagi cinta menimbulkan gejolak hati yang tiba-tiba datang dengan perasaan yang tak di duga setelah beberapa bulan kejadian hari ulang tahun Laura. Gue mulai merasakan cinta berkata lain setelah melihat tingkah laura yang sepertinya bersikap sangat protective, dia selalu cemburu jika gue sedang dengan wanita walaupun hanya sebatas teman.

“Kamu kenapa sayang?” Tanya gue, sejak di sekolah sampai pulang sekolah Laura hanya diam.

“Jadinya kita mau jalan kemana?” Gue kembali bertanya.

Laura menoleh ke arah gue dan menjawab “terserah kamu aja”

“Kamu marah?” gue mulai panik melihat sikap dingin Laura

“Nggak kok” jawab laura dengan singkat.

Hati Berbicara Lain Part 3



Setiap anniversary 1 bulan, 2 bulan bahkan sudah 3 bulan kita pacaran, gue selalu ingat tanggal jadian kita terkadang kita merayakannya dengan menonton bioskop bersama dan makan di cafe favorit kita.

Sekolah kali ini terasa sangat membosankan buat gue. Guru yang tidak begitu jelas berbicara membuat gue lebih tertarik memikirkan Laura daripada memperhatikan materi pelajaran yang disampaikan guru.

Saat istirahat sekolahpun gue sempat mencuri-curi pandang melihat Laura dengan teman-temannya yang sedang duduk.

Hati Berbicara Lain Part 2





Sehabis bel pulang berbunyi gue langsung menuju ke lapangan basket, sambil menunggu laura gue pun berfikir untuk menyusun kata-kata, gue emang orangnya canggung kalau dekat wanita mungkin ini penyakit gue yang gak bisa hilang dari dulu. Iya penyakit kurang percaya diri.


“Hey Al, udah lama ya nunggu, maaf ya” terdengar jelas suara wanita dari arah belakang, yah dia Laura.

“Oh ya nggak kok, nyantai aja” jawab gue sedikit grogi.

“Mau ngomong apa nih?” tanya dia sambil tersenyum.

Gue semakin grogi melihat senyumannya, senyuman dia seolah merasuk ke dalam tubuh gue membuat mulut gue terkunci.

Hati Berbicara Lain Part 1


Cinta memang tidak pernah diduga kapan datangnya begitupun dengan putus cinta hanya perasaan ini dan tuhan yang tahu. Sejak gue berseragam putih merah, rambut belah tengah dan belum disunat gue sudah mengenal kata cinta walaupun hanya sebatas kata tanpa tahu artinya, disekolah gue cukup dikenal dan dipandang luas banyak orang, karna prestasi gue dan keaktifan gue di organisasi, bahkan bisa dibilang gue ngeksis di sekolah. Sifat eksis gue ini bahkan gue bawa sampai SMP yang mencoba mengikuti OSIS bahkan dicalonkan menjadi ketua OSIS, lalu di ekstrakurikuler gue mengikuti kegiatan pramuka bahkan gue terpilih menjabat sebagai pratama putra di SMP yang gue masuki. Gue hampir menjadi idola di sekolah gue.


“Al gilaa.. lo keren banget banyak yang naksir, kenapa lo nggak pilih aja salah satu dari mereka buat ngilangin status jomblo lo itu” seru Farhan salah satu temen sekelas gue.

“Nggak ah, gue belum mau pacaran lagian belum ada cewek yang sreg dan cocok sama gue”

Mungkin lebih jelasnya gue lebih memilih menjalin hubungan tanpa status dengan seseorang, gue rasa itu lebih nyaman ketimbang pacaran.
luvne.com luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.comnya.com.com