Tampilkan postingan dengan label Coretan Hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Coretan Hati. Tampilkan semua postingan

Review Hotel Aston Cirebon - Wonderfull Cirebon




Berlibur di kota sendiri juga ternyata menyenangkan, beberapa pekan lalu aku dan teman-teman blogger mendapat kesempatan menghabiskan sisa akhir liburan sekaligus menginap di Hotel Aston Cirebon, siapa sih yang tidak mengenal Hotel Aston? hotel bintang 4 kontemporer sebagai hotel bisnis dan konvensi dengan fasilitas terlengkap dan menyenangkan seperti coffee shop, poolside cafe, bar & lounge dengan musik yang indah dan menyenangkan, restoran, musholla, golf virtual, mini golf, trek sepeda, pelayanan spa yang lengkap, dan dilengkapi dengan pusat kebugaran dan kolam renang.

Kesuksesan Berawal Dari Kemauan Yang Kuat


Tuhan memang maha berencana, bulan ini banyak hal kemungkinan dari ketidakmungkinan yang hadir. Dari hal buruk sampai hal baik, dari kesialan sampai ke beruntungan, dari kesedihan sampai kebahagiaan.
Kesialan dan kesedihan yang aku alami yaitu putus cinta memang terdengar hal klise bagi kaum cowok setampan gue ini remaja tapi bukan masalah ini yang akan aku bahas karena semua itu hilang sudah berkat hal baik yang aku alami, lalu keberuntungan yang aku dapatkan dan kebahagiaan yang aku rasakan.

Merindu Hingga Menangis




Seperti yang sudah aku duga, kedekatan kami tak terasa menghadirkan rasa yang lain dihatiku.
Aku tak bisa sehari saja melupakan dia. Semangatku tiap hari selalu menyala karena berharap dapat bertemu dengannya. Mungkin hanya perasaanku saja, tapi kurasa dia juga ada perasaan padaku. Atau hanya aku yang merasa kegeeran dengan semua sikap manisnya?

Terima Kasih Sudah Hadir Di Hidupku





Dunia ini penuh misteri didalamnya termasuk kehadiran kamu didalam hidupku. Perasaan bahagia apa yang tiba-tiba hadir ke dalam hidupku ini.
Apakah kamu pernah membayangkan ada seseorang yang berharap mengetahui perasaan ini? Aku hanya bisa memendam rasa entah sampai kapan kamu bisa memahami perasaanku ini. 

LIEBSTER AWARD

Udah lama nggak ngeblog dan hampir sebulan pula gue menelantarkan blog gue. Hari ini, jam ini, detik ini gue mulai ngeblog yaa karena gue dapet penghargaan “Liebster Award” Jreeeng.. jreng…. Jreng…. Sebelumnya gue berterima kasih atas dedikasinya oleh Karina Rahmania yang sudah kasih penghargaan yang berharga ini ke gue dan baru seumur hidup ini gue menerima penghargaan. Terima kasih buat mamah papah yang udah support selama ini, dan terima kasih juga buat Jambulholic yang selama ini udah vote dan sms, gue terharu nggak tahu harus ngomong apa lagi *hikkss… hikss.. hikss..* *apa sih gaje banget ya* skip.

Sebelumnya gue juga mau menjelaskan apa sih “Liebster Award” pasti kalian juga bingung kan? Oke gue ceritain versi dongeng konon ada ceritanya jadi gini pada dahulu kala ada seseorang blogger yang hidup sebatang kara, kemudian ia mencari sesama blogger lainnya dengan maksud menjalin silaturahmi dengan blogger lainnya jadi dia mengasih penghargaan “Liebster Award” ini kepada blogger lain dengan alasan menjalin hubungan baik antar blogger. Ya intinya sih seperti itu lah.

Dan konon ada beberapa step dan syarat yang harus dilakukan ketika "Liebster Award" ditujukan kepada kita. Penasaran? Sama gue juga!  Yaudah nih gue kasih  tau. Tenang aja gue sih orangnya baik, cool dan rajin mencari pacar *benerin jambul* cekidot :

Segurat Bayangan Klise Dan Malaikat Tak Bersayap

Seberapa besar kasih sayang seorang ayah kepada anaknya? Mungkin pertanyaannya ini klise? Ayah? Gue belum pernah memanggil seseorang dengan panggilan tersebut, Gue hanya bisa memanggil mamah/ibu. My Dad Is My Hero ya ayahku adalah pahlawan terbesar setelah ibuku tapi... itu mungkin dulu.

Idealnya, seorang anak dibesarkan dalam keluarga yang terdiri dari ayah dan ibu. Tetapi kadangkala keadaan “memaksa” seorang ibu membesarkan anak seorang diri. Meski si ibu sudah merawat dan memperhatikan si anak, tapi tetap saja ada dampak psikologis yang akan dialami oleh anak yang dibesarkan tanpa figur ayah. Sosok ayah dalam hidup gue masih terlihat samar-samar, gue hanya bisa merasakan belaian ayah selama seperkian tahun dari hari kelahiran gue, ketika gue balita sosok seseorang yang bernama ayah tersebut pergi meninggalkan kehidupan gue.





Disaat siang hari gue melihat seorang anak kecil yang jalan bersampingan dengan seorang laki-laki yang dipanggil dengan nama ayah, ia terlihat riang gembira, sejenak gue berfikir hidup sepertinya akan terasa lebih sempurna dengan adanya sosok ayah. Suara anak kecil tadi yang memanggil dia ayah sesekali hampir menampakkan ingatanku dan mengaburkan lamunanku yang sesekali menciptakan kebisuan dan tampak ada segurat bayangan tua dibenakku, sebuah bayangan klise tersenyum dengan kerut di pipinya.


Ya Tuhan.. Senyum itu adalah senyum yang dulu biasa gue lihat setiap saat walaupun masih terlihat samar.

Filosofi Menyayangimu



Menyayangimu sama halnya seperti angin yang berhembus dari satu tempat ke tempat yang lain dan menyampaikan dalam hembusan diam..
Menyayangimu sama halnya seperti api terkadang terasa panas jika di abaikan..
Menyayangimu sama halnya seperti air yang terus mengalir tanpa menjumpai hilir..
Menyayangimu sama halnya seperti rintikan hujan, tak pernah mungkin bisa dihitung hanya bisa dirasakan..



Aku tidak punya alasan untuk meninggalkanmu tapi aku punya banyak alasan untuk tetap MENYAYANGIMU 
Yang aku tau sekarang. Aku menyayangimu S
luvne.com luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.comnya.com.com