Terima Kasih Sudah Hadir Di Hidupku





Dunia ini penuh misteri didalamnya termasuk kehadiran kamu didalam hidupku. Perasaan bahagia apa yang tiba-tiba hadir ke dalam hidupku ini.
Apakah kamu pernah membayangkan ada seseorang yang berharap mengetahui perasaan ini? Aku hanya bisa memendam rasa entah sampai kapan kamu bisa memahami perasaanku ini. 

LIEBSTER AWARD

Udah lama nggak ngeblog dan hampir sebulan pula gue menelantarkan blog gue. Hari ini, jam ini, detik ini gue mulai ngeblog yaa karena gue dapet penghargaan “Liebster Award” Jreeeng.. jreng…. Jreng…. Sebelumnya gue berterima kasih atas dedikasinya oleh Karina Rahmania yang sudah kasih penghargaan yang berharga ini ke gue dan baru seumur hidup ini gue menerima penghargaan. Terima kasih buat mamah papah yang udah support selama ini, dan terima kasih juga buat Jambulholic yang selama ini udah vote dan sms, gue terharu nggak tahu harus ngomong apa lagi *hikkss… hikss.. hikss..* *apa sih gaje banget ya* skip.

Sebelumnya gue juga mau menjelaskan apa sih “Liebster Award” pasti kalian juga bingung kan? Oke gue ceritain versi dongeng konon ada ceritanya jadi gini pada dahulu kala ada seseorang blogger yang hidup sebatang kara, kemudian ia mencari sesama blogger lainnya dengan maksud menjalin silaturahmi dengan blogger lainnya jadi dia mengasih penghargaan “Liebster Award” ini kepada blogger lain dengan alasan menjalin hubungan baik antar blogger. Ya intinya sih seperti itu lah.

Dan konon ada beberapa step dan syarat yang harus dilakukan ketika "Liebster Award" ditujukan kepada kita. Penasaran? Sama gue juga!  Yaudah nih gue kasih  tau. Tenang aja gue sih orangnya baik, cool dan rajin mencari pacar *benerin jambul* cekidot :

Hati Berbicara Lain Part 4



Sekali lagi cinta menimbulkan gejolak hati yang tiba-tiba datang dengan perasaan yang tak di duga setelah beberapa bulan kejadian hari ulang tahun Laura. Gue mulai merasakan cinta berkata lain setelah melihat tingkah laura yang sepertinya bersikap sangat protective, dia selalu cemburu jika gue sedang dengan wanita walaupun hanya sebatas teman.

“Kamu kenapa sayang?” Tanya gue, sejak di sekolah sampai pulang sekolah Laura hanya diam.

“Jadinya kita mau jalan kemana?” Gue kembali bertanya.

Laura menoleh ke arah gue dan menjawab “terserah kamu aja”

“Kamu marah?” gue mulai panik melihat sikap dingin Laura

“Nggak kok” jawab laura dengan singkat.

Hati Berbicara Lain Part 3



Setiap anniversary 1 bulan, 2 bulan bahkan sudah 3 bulan kita pacaran, gue selalu ingat tanggal jadian kita terkadang kita merayakannya dengan menonton bioskop bersama dan makan di cafe favorit kita.

Sekolah kali ini terasa sangat membosankan buat gue. Guru yang tidak begitu jelas berbicara membuat gue lebih tertarik memikirkan Laura daripada memperhatikan materi pelajaran yang disampaikan guru.

Saat istirahat sekolahpun gue sempat mencuri-curi pandang melihat Laura dengan teman-temannya yang sedang duduk.

Hati Berbicara Lain Part 2





Sehabis bel pulang berbunyi gue langsung menuju ke lapangan basket, sambil menunggu laura gue pun berfikir untuk menyusun kata-kata, gue emang orangnya canggung kalau dekat wanita mungkin ini penyakit gue yang gak bisa hilang dari dulu. Iya penyakit kurang percaya diri.


“Hey Al, udah lama ya nunggu, maaf ya” terdengar jelas suara wanita dari arah belakang, yah dia Laura.

“Oh ya nggak kok, nyantai aja” jawab gue sedikit grogi.

“Mau ngomong apa nih?” tanya dia sambil tersenyum.

Gue semakin grogi melihat senyumannya, senyuman dia seolah merasuk ke dalam tubuh gue membuat mulut gue terkunci.

Hati Berbicara Lain Part 1


Cinta memang tidak pernah diduga kapan datangnya begitupun dengan putus cinta hanya perasaan ini dan tuhan yang tahu. Sejak gue berseragam putih merah, rambut belah tengah dan belum disunat gue sudah mengenal kata cinta walaupun hanya sebatas kata tanpa tahu artinya, disekolah gue cukup dikenal dan dipandang luas banyak orang, karna prestasi gue dan keaktifan gue di organisasi, bahkan bisa dibilang gue ngeksis di sekolah. Sifat eksis gue ini bahkan gue bawa sampai SMP yang mencoba mengikuti OSIS bahkan dicalonkan menjadi ketua OSIS, lalu di ekstrakurikuler gue mengikuti kegiatan pramuka bahkan gue terpilih menjabat sebagai pratama putra di SMP yang gue masuki. Gue hampir menjadi idola di sekolah gue.


“Al gilaa.. lo keren banget banyak yang naksir, kenapa lo nggak pilih aja salah satu dari mereka buat ngilangin status jomblo lo itu” seru Farhan salah satu temen sekelas gue.

“Nggak ah, gue belum mau pacaran lagian belum ada cewek yang sreg dan cocok sama gue”

Mungkin lebih jelasnya gue lebih memilih menjalin hubungan tanpa status dengan seseorang, gue rasa itu lebih nyaman ketimbang pacaran.

Jadi Terkenal Itu Nggak Selalu Enak

Kepopuleran berasal dari pribadi masing-masing yang memiliki bakat, tapi apakah jadi terkenal itu enak? Banyak orang-orang yang mengharapkan ingin jadi terkenal seperti mau menjadi bintang film, model, penyanyi, comedian, bahkan penulis semuanya di tempuh dengan berbagai cara.
  1. Ada orang yang hidupnya selalu drama karna dirinya terobsesi ingin jadi bintang film
  2. Ada orang yang hidupnya selalu mengutamakan penampilan pergi ke mall pake celana hot pants, tanktop, padahal cowok *absurd syekali men hahaha* karna dirinya terobsesi ingin jadi model
  3. Ada orang yang hidupnya selalu mencari uang dengan bermodalkan suara ingin terobsesi menjadi penyanyi karna gagal akhirnya jadi pengamen
  4. Ada orang yang sengaja menonjolkan kekonyolannya lewat stand up comedy berharap dirinya terkenal lewat jokes-jokesnya
  5. Ada juga orang yang dirinya terobsesi menjadi penulis hebat dan terkenal seperti Raditya Dika sampai-sampai dirinya membuat blogger tetapi isinya dapet copas dari blogger lain.
luvne.com luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.comnya.com.com